SURAKARTA– Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bulog Wilayah Jawa Tengah terkait sinergi penyediaan dan distribusi pangan. Kerjasama ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta memberikan dukungan bagi para petani yang tergabung dalam Jamaah Tani Muhammadiyah.
Penandatanganan MoU berlangsung di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-2 MPM PWM Jawa Tengah di Gedung Walidah Lantai 7, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah yang membidangi MPM dan MLH, Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., M.H, menyampaikan bahwa kerjasama ini diharapkan memberi manfaat besar bagi penguatan produksi pangan dalam negeri. Ia berharap Indonesia dapat segera mewujudkan swasembada kebutuhan pokok, terutama beras, sehingga tidak lagi bergantung pada impor.
“Jika pasokan beras dalam negeri terpenuhi bahkan surplus, maka bukan hanya cukup untuk kebutuhan nasional, tetapi juga dapat diekspor,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah asal Indonesia yang sangat besar, namun hingga kini pemerintah Arab Saudi masih mengimpor beras dari Thailand dan Filipina.
Kepala Bulog Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, menjelaskan bahwa kerjasama ini diawali dari komunikasi dan pemaparan yang dilakukan MPM Muhammadiyah Jawa Tengah. Bulog, menurutnya, memiliki tugas strategis dalam menyediakan cadangan pangan pemerintah, yang meliputi aspek ketersediaan, keterjangkauan fisik dan ekonomi, serta stabilisasi harga dari hulu hingga hilir.
Ia menilai banyak peluang kerjasama yang bisa dikembangkan antara Bulog dan Muhammadiyah Jawa Tengah. Di sektor hulu, potensi dapat digarap dalam peningkatan produksi, sementara di sektor hilir dapat dibangun jaringan distribusi yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Mitra Bulog berperan menjaga pasokan tetap tersedia, baik secara fisik maupun ekonomi,” katanya.
Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Ir. Fatchur Rochman, menegaskan bahwa MPM terus mendorong pemberdayaan masyarakat dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan peran Jamaah Tani Muhammadiyah. “Rakerwil ini menjadi momentum konsolidasi gerakan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.



