26.6 C
Jakarta
Thursday, March 5, 2026
spot_img

Panen Perdana Sorgum Manis di Cilacap, JATAM Jateng Uji Potensi Bioetanol

CILACAP – Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Jawa Tengah bersama JATAM Kabupaten Cilacap memulai panen perdana sorgum manis di lahan program Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap, Sabtu (6/7/2025). Panen ini sekaligus menjadi tahap awal pengambilan sampel air perasan batang sorgum untuk proses fermentasi sebagai bahan baku bioetanol.

Sebagai informasi, program penanaman sorgum ini merupakan hasil kerja sama antara Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) IV Cilacap.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua MPM PWM Jawa Tengah Ir. Fatchur Rochman, perwakilan PT KPI RU IV Cilacap Himawan, Ketua MPM PDM Cilacap Farid Riyanto, serta Ketua JATAM Cilacap Suraswanto.

Proses pemanenan dilakukan oleh para anggota JATAM Cilacap dengan pendampingan dari staf dan sekuriti RDMP PT KPI RU IV. Dua komoditas utama dipanen dalam kegiatan ini: biji sorgum dan batangnya. Khusus batang sorgum, bagian ini akan diperas untuk mengambil air nira sebagai bahan uji coba fermentasi bioetanol.

Ketua JATAM Jawa Tengah, Ir. Hery Sugiartono, menjelaskan bahwa tahap awal ini difokuskan pada pengambilan sampel dari 100 batang sorgum. Setelah diperas, jumlah rata-rata air nira per batang akan dianalisis.

Ketua MPM PWM Jateng didampingi Ketua MPM PDM Cilacap dan pihak RDMP PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap memulai panen sorgum

“Dari situ kita bisa hitung estimasi total produksi nira dalam satu hektare. Karena populasi tanaman per hektare sudah kita ketahui, maka potensinya bisa dikalkulasi,” ujarnya.

Setelah dipanen, 100 batang sorgum langsung dibawa ke SMA Muhammadiyah Cilacap, tempat alat pemeras batang sorgum berada. Setiap batang dibersihkan, lalu diperas satu per satu. Hasilnya, tiap batang menghasilkan sekitar 200 hingga 300 mililiter nira.

Nira tersebut kemudian akan difermentasi selama sepekan sebelum masuk proses distilasi untuk menghasilkan etanol. “Dari sini nantinya akan kita ketahui berapa potensi bioetanol yang bisa dihasilkan dari satu hektare tanaman sorgum. Jadi selain menghasilkan biji, sorgum juga memberi nilai tambah berupa energi terbarukan,” lanjut Hery.

Menariknya, sorgum tidak perlu ditanam ulang setelah panen. Tanaman ini mampu tumbuh kembali dari akar (ratoon), dan dalam waktu tiga bulan sudah bisa dipanen lagi. “Biasanya panen kedua malah lebih tinggi hasilnya dibandingkan panen pertama,” tambahnya.

Program budidaya sorgum ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar area Pertamina. Selain mendukung ketahanan pangan, proyek ini juga menjajaki potensi sorgum sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles