Oleh : Rumini Zulfikar (Gus Zul) Penasehat PRM Troketon, Pedan Klaten.
“Jadilah Orang yang Tetap dalam hidupnya Adatif dalam situasi Apapun dengan nurani sebagai modal dalam gerak untuk berdampak”
Dalam budaya masyarakat Indonesia sebuah kultur(kebiasan) yang sampai saat ini terawat serta menjadi simbol kebersamaan, kepotong royongan, serta silaturrahim sebagai ciri keperibadian sebuah bangsa yang berbudaya yaitu silaturrahim.
Sebulan lamanya bagi orang yang beriman, bertauhid serta sebagai bentuk ketakwaan menuju syukur pada Allah. telah berpuasa. Setelah itu umat islam merayakan kemenanganya. Yaitu Idul fitri di bulan syawal.
Dalam konteks ini kita akan merasakan, melihat berapa dasyatnya akan magnet yang namanya saling berkunjung (Silaturrahim) masyarakat kita. Walaupun dalam konteks ini harus di bedakan apa itu Idul fitri(Idul Fitrah) , apa itu lebaran.dan apa itu Syawalan. Dalam kacamata umum bahwa orang yang merayakan Idul fitri yaitu benar -benar orang yang selama sebulan menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan serta menunaikan Zakat. Sedangkan lebaran ini sifatnya umum yaitu bagi orang yang tidak sholat, tidak puasa bahkan orang non Muslim saja merayakannya. Sedangkan Syawalan mempunyai sebuah pengertian menunjukan Bulan syawal yang identik di mana budaya berkunjung baik pada saudara kerabat, jawatan, rekan, teman sabahat yang mana tidak memandang keyakinan.
Hal tersebut banyak Dai,mubaligh memberikan sebuah arti akan makna dalam Idul fitri, lebaran, Syawalan.
Seperti halnya yang di lakukan entah dalam keluarga, masyarakat, instansi swasta, negeri komunitas dan lain sebagainya.
Seperti halnya bagi penulis(Gus Zul) ketika mendapatkan Undangan Halal bi halal dari Keluarga Besar Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Klaten. Yang mana kebetulan penulis Sebagai Anggota Komite di madrasah tersebut Alhamdulillah pada hari Ahad 29 Maret 2026 bertepatan 10 Syawal 1447.bisa menghadiri bersama Jajaran pengurus Komite ( Pak Nur Rohman, Pak Jalal Suyuti,Pak Ali burhanudin, Pak Tekno, pakTaqiudin, Pak Wakidi) yang Mana hampir semuanya berlatar berlakang dari Peryasrikatan Muhmmadiyah) yang mana dengan profesi mulai dari Pengajar, Pengusaha, petani dan lain sebagainya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1jam lewat Jalan Tol, sampai di tempat Halal bi halal yaitu di kediaman Kepala Madrasah di Kecamatan Nogo sari Boyo lali. dan beliau juga merupakan Warga persyarikatan Muhammadiyah juga.
Silaturrahim Membangun Kolaborasi , sinergi, mencerahkan
Tepat pukul 09:30 an acara di mulai di awali dengan Pembukaan yang di pandu MC oleh pak Deby seorang Guru Muda yang kebetulan aktif di PCPM Pedan, di lanjutkan dengan Ahlan wahsahlan dari Tuan Rumah sekaligus kepala Madrasah Pak H Agus Rifai Rahmad, S. Pd, M. Pd. Beliau mengucapkan Terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, serta melaporkan Progres Madrasah yang siap menjawab tantangan Zaman dengan Kolaborasi, sinergi semua Stock holder( Dewan Guru, Komite, Wali Murid) serta Instansi.yang berjalan dengan Baik.
Bahkan untuk SPMB yang Sudah Indent sudah mencapai 240 Calon siswa rencana kedepan akan membuka Sembilan kelas. Dan ini bentuk dari upaya untuk mencerdaskan, mencerahkan Anak bangsa, selain itu juga perbaikan perbaikan sarana prasarana menjadi perhatian serius ungkap Pak kepala madrasah sesuai tagline yaitu “Muda Mendunia, Cerdas, Inovatif , Kreatifitas “
Dalam sambutan ketua Komite Pak Nur Rahman Bersyukur dan bergembira atas capaian yang telah di capai saat ini. Dan pentingnya menjaga Trust kepercayaan dari semua pihak lebih lebih dari Wali Murid.
Dalam Taushiyah yang di sampaikan oleh Ustadz Syaifudin, S. Ag. Menyampaikan bahwa Idul fitri kita maknai bahwa kita harus menjaga silaturrahim Karna dengan silaturrahim ini kita akan mendapatkan Banyak hikmah di antara Di lapangkan Rejeki, dan mendapatkan Keberkahan. Selain kita saling memohon maaf dan memberi Maaf sebagai insan yang tidak lepas
Salah khilaf dalam ber interaksi sosial. Oleh karena itulah yang di perlu di lakukan kita jangan.
1.Meninggalkan Ulama, kyai
2.Meninggalkan Umara Pemimpin dalam hal urusan dunia .
3.Kita Jangan Meninggalkan Masyrakat di mana kita tempat tinggal.
4.Kita tidak Boleh Memutuskan Silaturrahim dengan membangun Kebersamaan Saudara kita.
5.Kita tidak Memandang sebelah mata Peran serta Isteri kita. Karna istri kita begitu besar Peranananya.
Hal ini lah sesuai Firman Allah dalam surat An nisa ayat 36.
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ ٣٦
wa‘budullâha wa lâ tusyrikû bihî syai’aw wa bil-wâlidaini iḫsânaw wa bidzil-qurbâ wal-yatâmâ wal-masâkîni wal-jâri dzil-qurbâ wal-jâril-junubi wash-shâḫibi bil-jambi wabnis-sabîli wa mâ malakat aimânukum, innallâha lâ yuḫibbu mang kâna mukhtâlan fakhûrâ
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.
Tadabbur Ayat.
Bahwa sebagai umat yang beriman dan berauhid maka jalur Takwa ini lah yang harus kita lalu dengan baik.
Selain itu kita di perintahkan untuk berbuat baik dengan siapapun lebih lebih kepada kedua orang tua, karib krabat. Serta jangan sampai kita menelantarkan anak yatim, orang miskin, tetangga kita baik dekat maupun jauh.
Selain itu bagaimana kita membangun rasa saling menghormati, menghargai teman, rekan, sejawat di lingkungan kita dalam urusan di tempat kerja.
Karna kita ini makhluk yang lemah tidak ada yang di sombongkan di hadapan Tuhan.
Sehingga kita akan mendapatkan Kebahagian dunia dan akhirat. ” Rabbana atina Fidunya hasana Wa fill a khirati Hasanahtau waking adza ba naar” .



